Sabtu, 14 April 2018

LEADERSHIP : 5. MEMBUAT KEPUTUSAN [ DECISION MAKING ]

5. MEMBUAT KEPUTUSAN
[ Decision Making ]

5.1 Pengambilan keputusan

Pengambilan Keputusan

"Saat anda memutuskan untuk bertindak, beranilah. Jika anda ragu-ragu, anda gagal! [ tidak akan berhasil ]."

Sejak manusia lahir ke dunia telah dihadapkan dengan hambatan/anugrah, yakni ; hambatan pertumbuhan dan perkembangan, hambatan adaptasi dengan lingkungan, hambatan prilaku kehidupan sehari-hari dan hambatan lainnya. Hambatan tersebut akan selalu ada dan terus meningkat selaras dengan tingkat perkembangan dan tingkat kebutuhan manusia selama hidupnya. Hambatan-hambatan tersebut akan silih berganti menyertai manusia dalam hidupnya bahkan secara stimultan dari yang ringan hingga yang terberat [ tidak ringan/kompleks].

Kita tidak bisa berdiam diri atas suatu masalah/hambatan dibiarkan berlalu tanpa diambil suatu alternatif untuk dipecahkan dan diselesaikan. Sebagai contoh jika kita sedang menaiki kendaraan, di depan kita ada banyak cabang jalan, maka kita harus bisa memilih salah satu jalan yang benar agar kita sampai ke suatu tujuan.

Ada beberapa kaidah yang dapat kita pakai sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan dari masalah/hambatan, yaitu :
1. Kaidah moral dan keagamaan [ daya spiritual ].
2. Kaidah ilmu pengetahuan [ daya intelektual ].
3. Kaidah jiwa, rasa dan seni [ daya emosional ].
4. Kaidah hukum umum [ daya etika ].

5.2 Tahapan pengambilan keputusan

TAHAPAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

"Nilai dan kualitas kehidupan ditentukan dari cara pandang dan bagaimana cara anda menghadapi masalah [ hambatan ] kehidupan".

Keputusan yang tepat dan benar akan menentukan seseorang atau kelompok orang dalam menyelesaikan masalah serta tujuan dari setiap langkah hidupnya.
Ada beberapa pedoman atau langkah-langkah dalam pengambilan keputusan, yaitu :
1. Dapat Mendefinisikan Masalah artinya apakah kita mampu, apakah kita sedang berhadapan dengan masalah/hambatan yang benar-benar memerlukan solusi atau tidak? Atau dengan kata lain kita dapat mengukur tingkat kesulitan masalah [ hambatan ] yang kita hadapi.
2. Mengumpulkan Data dan Fakta yaitu dengan cara bertanya tentang semua keadaan yang berhubungan dengan subjek masalah melalui : Who?, Where?, When?, What?, Why? dan How?.
3. Menampung Berbagai Alternatif. Melalui metode brainstorming menghasilkan beberapa alternatif yang mungkin dapat dijadikan rujukan dalam pemecahan masalah [ hambatan ].
4. Menentukan batasan-batasan [ filter ] untuk menyaring berbagai alternatif keputusan yang telah ditampung misalnya : dari segi biaya, SDM, waktu, dll.
5. Pengambilan Keputusan. Pendekatan dalam pengambilan keputusan melalui teknik optimalisasi dari setiap alternatif.
6. Membuat Rencana Aksi [ Action Plan ] dari keputusan yang diambil yaitu dengan menentukan siapa saja yang dilibatkan, sejauh mana, bagaimana, kapan, fasilitas, sarana, biaya dan waktu.
7. Aksi [ Action ], melaksanakan apa yang telah dijadikan keputusan sesuai rencana.
8. Evaluasi [ Evaluation ], Menilai dan menguji tingkat keampuhan dari keputusan yang diambil dan mengevaluasi [ mengaudit ] pengaruh dari keputusan yang telah dijalankan.

5.3 Sikapku dalam mengambil keputusan

Sikapku dalam Mengambil Keputusan

"Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan itu lahir biasanya dari kesalahan".

Dalam menjalani kehidupan ini setiap manusia selalu menghadapi hambatan-hambatan yang harus diselesaikannya [ tuntas ]. Sikap saat mengambil keputusan akan menentukan kualitas [ mutu ] keputusan yang diambilnya. Aksi dan reaksi yang diambil oleh kita dalam mengambil keputusan berpengaruh pada tingkat keberhasilan hidup kita. Banyak keputusan yang harus diambil apakah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dari bagaimana kita memilih pakaian, sampai membeli buku.
Juga keputusan-keputusan besar seperti memilih jurusan di SMA apa kita mau pilih jurusan IPA, IPS atau bahasa serta memilih pilihan jurusan di perguruan tinggi nanti.
Keterampilan dalam pengambilan keputusan individu memerlukan hal-hal berikut seperti : ketelitian, kesabaran, ketenangan, pengetahuan, daya nalar, kreativitas, imajinasi dan suasana batin pada saat keputusan diambil.
Tentu saja keterampilan pengambilan keputusan ini memerlukan banyak latihan dan memerlukan perenungan yang mendalam tetapi harus cepat, cermat dan tepat. Pada masa-masa muda seperti kalian sekarang ini banyak keputusan diambil karena emosional. Hal ini sebenarnya dapat mengancam diri kita sendiri karena keputusan yang diambil dengan suasana emosi yang tidak terkontrol dapat berakibat fatal. Jadi diperlukan teknik-teknik [ cara ] pengontrolan atau pengendalian emosi bagi kita yang memiliki kelemahan [ keterbatasan ] dalam hal perasaan dan emosi.

5.4 Membuat dan memilih berbagai alternatif

Membuat dan Memilih Berbagai Alternatif

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarah pun, niscaya dia akan melihat [ balasannya ]. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah pun niscaya dia akan melihat [ balasannya ] pula". [ Q.S Al Zalzalah 99 : 7-8 ].

Langkah yang ketiga dalam memecahkan masalah adalah membuat alternatif-alternatif keputusan. Oleh karena itu kumpulkan alternatif pemecahan [ solusi ] dari yang paling mungkin sampai pada yang paling tidak mungkin [ absurd ]. Setelah yakin tidak ada lagi yang terlewatkan, pilihlah alternatif yang paling mungkin dengan mempertimbangkan kondisi yang sungguh-sungguh kamu miliki pada waktu itu.

5.5 Berani mengatakan tidak

Berani Mengatakan "Tidak".

"Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapatkan petunjuk".

Pernahkah kamu mengalami kejadian dimana kamu seharusnya mengatakan "Tidak" akan tetapi karena takut mengecewakan seseorang kamu mengatakan "Ya" atau seharusnya "Tidak Mau" kemudian mengatakan "Mau" walaupun pada dasarnya kamu tidak setuju?
Bersikap selalu mengabulkan permintaan orang lain atau bersikap selalu menolak permintaan orang lain merupakan sikap yang tidak tepat. Bersikap tegas dengan pendekatan menang bersama-sama [ win-win solution ] merupakan keputusan yang terbaik.

Bersikap tegas tidak harus berarti bahwa kamu harus mendapatkan segala yang kamu inginkan. Tetapi benar-benar berarti bahwa kemungkinan untuk mendapatkan pemecahan yang terbaik tanpa mengurangi rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain.

5.6 Menghadiri rapat kelompok

Menghadiri Rapat Kelompok

"...Dan berpeganglah anda semuanya pada tali [ agama ] Allah dan janganlah bercerai berai". [ Q.S Al - Imran 3 : 103 ].

Suatu kelompok atau unit kerja hanya dapat berfungsi dengan baik, bila di dalamnya terdapat suatu kerjasama yang baik antara pimpinan dengan anggota maupun antar anggota kelompok. Jika antar individu dalam kelompok tersebut saling menghargai, ada keterbukaan dan mempunyai semangat untuk berpartipasi dan lain-lain, maka kerjasama akan terbentuk.

Sebaliknya, jika tidak ada toleransi, tidak ada keterbukaan, masing-masing individu hanya mementingkan dirinya dan tidak saling mempercayai maka kerjasama kelompok tidak akan efektif.
Melalui pengamatan langsung tentang jalannya sebuah pertemuan dalam organisasi akan dapat memberikan pengalaman dan wawasan tentang prinsip-prinsip [ seluk beluk ] organisasi. Misalnya : bagaimana memilih orang yang baik? Bagaimana mengembangkan dan meningkatkan anggota kelompok, bagaimana memotivasi anggota kelompok, bagaimana mengupayakan [ mengusahakan ] anggota kelompok dapat bekerja sama.

5.7 Membuat keputusan kelompok

Membuat Keputusan Kelompok

"Dan bagi orang-orang yang menerima [ mematuhi ] seruan Tuhan-Nya dan mendirikan shalat sedang urusan mereka [ diputuskan ] dengan musyawarah antara mereka". [ Q.S Asy Syuura 42 : 38 ].

Pengambilan keputusan yang didasarkan pada informasi yang tidak lengkap, salah atau didasarkan dari dugaan-dugaan akan menghasilkan keputusan yang salah [ tidak tepat ] dan keputusan yang dapat berubah-ubah [ tidak konsisten ]. Oleh karena itu keputusan harus didasarkan pada informasi yang benar, lengkap dan dapat dipercaya.

5.8 Memecahkan misteri pembunuhan

Memecahkan Misteri Pembunuhan

"... Hai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti". [ Q.S Al Hujurat 49 : 6 ].

Banyak informasi yang kita dapatkan dalam hidup bermasyarakat. Adakalanya informasi itu bermanfaat bagi kehidupan kita namun tidak jarang juga merugikan. Oleh karena itu kita haruslah pandai untuk memilah mana informasi yang baik dan tidak baik.
Kenyataannya kita sering kali mendengar, membaca atau bahkan melihat berita di media cetak maupun media elektronik tentang sebuah tindak kejahatan? Pada saat itu bagaimanakah perasaanmu? Bagaimanakah dengan reaksimu ketika itu?

Kegiatan berikut ini akan melatihmu untuk memecahkan [ menyelesaikan ] sebuah misteri pembunuhan.

5.9 Mencari emas

Mencari Emas

"Amal yang paling afdhal adalah amal yang terus menerus [ pembiasaan ] walaupun kecil".

Tujuan tidaklah dapat dicapai dengan begitu saja, dibutuhkan proses dan tahapan-tahapan dalam mencapainya. Oleh karena itu setiap individu perlu menyadari betapa pentingnya sebuah proses dalam mencapai sebuah tujuan.

Penetapan tujuan haruslah dipertimbangkan dan diputuskan secara cermat, dengan pertimbangan yang sematang-matangnya.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

5.10 Studi kasus

Studi Kasus

"Pengalaman hidup adalah guru yang terbaik dalam memberi pelajaran hidup".

Sejak awal hendaknya kita menyadari bahwa untuk menghasilkan keputusan yang sebaik mungkin, diperlukan ilmu tentang bagaimana cara mengambil keputusan yang benar. Kalau tidak mempunyai ilmu tentang mengambil keputusan maka ada kemungkinan akan banyak keputusan yang salah [ tidak benar ], keliru atau tidak tepat sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dengan melakukan latihan dalam memecahkan studi kasus kita akan semakin terasah dalam mengambil keputusan yang benar dalam kehidupan yang nyata.
Studi kasus dibawah ini dimaksudkan untuk melatih kemampuanmu mengambil keputusan melalui langkah-langkah pengambilan keputusan.

5.11 Mendata sumber daya

Mendata Sumber Daya

"Dengan mengenali sumber-sumber kekuatan dirimu maka anda akan tampil dengan penuh percaya diri".

Sumber-sumber daya adalah faktor-faktor yang berpengaruh langsung terhadap subjek tertentu. Misalkan sumber daya sekolah adalah faktor-faktor yang berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan dan kemajuan sekolah, misalkan : gedung, sarana dan fasilitas, guru, murid, kurikulum, metode pembelajaran dan lainnya.
Mengenali sumber-sumber daya adalah bagian penting yang harus kita perhatikan karena potensi-potensi tersebut kemudian dapat dimanfaatkan dan ditingkatkan untuk tujuan tertentu. Keterampilan mendata sumber daya membuat kita mengenal kekuatan dan kelemahan diri kita sebagai bagian dari analisis SWOT [ Strength, Weakness, Opportunity, Threat ].

5.12 Memilih alternatif terbaik

Memilih Alternatif Terbaik

"Hidup banyak menyediakan berbagai macam dan ragam pilihan. Melalui proses berpikir dan merasa kita dihadapkan untuk mengambil bentuk alternatif dalam hidup".

Keputusan pada dasarnya adalah memutuskan [ menentukan ] dengan memilih alternatif yang paling baik dari beberapa alternatif yang ada.
Cara termudah untuk menentukan pilihan dari berbagai alternatif keputusan yang ada adalah berdasarkan ketentuan-ketentuan diantaranya pada pilihan : yang mempermudah tercapainya tujuan, yang memberikan kepuasaan yang paling besar, yang meningkatkan produktivitas, yang meningkatkan efisiensi. Masih banyak batasan atau ukuran lain yang dapat digunakan sebagai solusi/cara dalam menentukan alternatif terbaik.

5.13 Mengoleksi keputusan

Mengoleksi Keputusan

"Mengingat kembali pada memori lama akan membangkitkan energi yang terpendam".

Dalam menjalani kehidupan ini pasti banyak sekali keputusan-keputusan yang telah kamu buat. Apa keputusanmu sudah tepat sehingga menghasilkan seperti apa yang kamu inginkan atau keputusanmu yang salah [ tidak benar ] sehingga hasilnya tidak seperti yang kamu harapkan.
Jadikanlah itu sebagai pengalaman dan ambil hikmahnya agar keputusan-keputusanmu di masa yang akan datang lebih tepat.
Peristiwa seperti ini melatihmu untuk membuat keputusan setiap hari, baik keputusan yang kadang-kadang dilakukan maupun keputusan yang harus ditetapkan untuk masa depan.

Dengan mengekspresikan keputusan-keputusan melalui gambar dan tulisan yang menarik akan memudahkanmu mengingat apa yang telah kamu putuskan [ tentukan ].

5.14 Gaya dalam mengambil keputusan

GAYA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

"Setiap hari dunia dan kehidupan selalu menunggu keputusan kita".

Dalam membuat keputusan ada dua hal yang sangat pokok yaitu gaya membuat keputusan dan proses membuat keputusan, baik secara individu maupun kelompok.
Dalam pengambilan keputusan ini pendekatan yang digunakan dapat mengikuti langkah-langkah umum, tergantung seberapa jauh akibat yang bisa timbul dari keputusan yang dibuat baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Kamu sebaiknya dapat mengidentifikasikan hal-hal yang paling penting bagimu atau bagi orang lain. Kamu harus pula sadar atau mengetahui tujuan umum secara jelas [ strategi bukan hanya taktik ] dan menyadari terhadap keterbatasan dari akibat keputusan yang diambil.

5.15 Tersesat di tengah laut

Tersesat di Tengah Laut

"Gelap mata hanya susah [ tidak mudah ] berjalan tetapi gelap hati menjadi susah [ tidak mudah ] hidup".

Proses pengambilan keputusan dalam kelompok membutuhkan keterlibatan setiap anggota kelompok secara utuh. Karena itu setiap anggota harus bekerjasama dalam merumuskan tujuan, mencari berbagai alternatif/cara, menimbang dan mencari jalan keluar yang terbaik, menetapkan langkah nyata, melaksanakan langkah itu dan mengevaluasi hasilnya.
Dalam pengambilan keputusan terdapat aspek-aspek yang perlu dipelajari karena akan mempengaruhi efektifitas pengambilan keputusan.
Untuk keperluan ini perlu dibahas latihan simulasi "Tersesat di Tengah Hutan".

5.16 Perubahan keputusan

Perubahan Keputusan

"Manusia yang mudah patah arang akan banyak ruginya dari pada untungnya".

Ketika seseorang memutuskan masalah [ hambatan ] sendiri ia merasa keputusan yang diambilnya sudah benar. Tetapi ketika ia mendapat informasi baru yang berkaitan dengan masalah [ hambatan ] tersebut, ia berpendapat bahwa keputusannya tidak tepat, sehingga perlu merubah keputusan yang telah diambilnya.

Mengevaluasi setiap keputusan sesekali kita harus merubah keputusan yang telah kita ambil bukan merupakan inkonsistensi [ tidak konsisten ], tetapi itu merupakan bagian dari bagaimana kita dapat mengevaluasi dan memperbaiki keputusan agar lebih sempurna.

Dalam kegiatan ini kamu dapat mengubah-ubah keputusanmu setelah memperoleh masukan, saran dari orang lain.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488



Q.S An-Najm 53 : 43 - 48

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

[ 43 ] Dan bahwasanya Dia-lah yang membuat orang tertawa, yang menjadikan gembira siapa yang dikehendaki-Nya.
dan menangis, yang menjadikan sedih siapa yang dikehendaki-Nya.
43. And that it is He [ Allah ] Who makes [ whom He wills ] laugh, and makes [ whom He wills ] weep.

[ 44 ] Dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan yang menghidupkan, kembali pada hari berbangkit nanti.
44. And that it is He [ Allah ] Who causes death and gives life.

[ 45 ] Dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan, kedua jenis yang berpasangan.
Laki-laki dan perempuan.
45. And that He [ Allah ] creates the pairs, male and female.

[ 46 ] Dari nuthfah, yakni air mani. apabila dipancarkan, bila ditumpahkan ke dalam rahim.
46. From Nutfah [ drops of semen - male and female discharges ] when it is emitted.

[ 47 ] Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian, huruf Hamzah lafal An Nasy` ah boleh dibaca panjang dan boleh dibaca pendek.
yang lain, kejadian yang lain untuk dibangkitkan menjadi hidup kembali, sesudah penciptaan yang pertama.
47. And that upon Him [ Allah ] is another bringing forth [ Resurrection ].

[ 48 ] Dan bahwasanya Dia yang memberi kekayaan, kepada manusia berupa harta benda.
dan memberikan kecukupan, Dia memberikan harta untuk mencukupi kebutuhan orang itu.
48. And that it is He [ Allah ] Who gives much or a little [ of wealth and contentment ].

[ Q.S An-Najm 53 : 43 - 48 ]

LEADERSHIP : 4. BELAJAR UNTUK BELAJAR [ LEARNING TO LEARN ]

4. BELAJAR UNTUK BELAJAR
[ Learning to Learn ]

4.1 Belajar untuk belajar

Belajar untuk Belajar

"Belajar adalah sebuah proses, sedangkan tujuannya adalah kebenaran.
Selama manusia hidup maka proses terus berlangsung sehingga manusia memperoleh maknanya [ hakikat ]."

Belajar adalah suatu kegiatan ilmiah yang terencana dan dilakukan dengan cara-cara tertentu, untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan sehingga manusia menjadi kompeten. Melalui proses belajar manusia dapat mengembangkan dirinya sehingga mampu beradapatasi dengan lingkungan dan mengatasi masalah-masalah hidup. Proses belajar dimulai sejak manusia dilahirkan dan baru akan berhenti sampai dengan akhir hayatnya.

Peningkatan dan pengembangan belajar setara dengan perkembangan otak sebagai alat utama dalam melakukan pembelajaran. Manusia terus dipacu alat berpikirnya sehingga mencapai suatu tingkat kematangan tertentu dalam pola pikir dan prilaku. Manusia yang telah memiliki tingkat kematangan tertentu, logika dan cara berpikirnya akan mudah melakukan proses belajar yang benar.
Setiap pemimpin seharusnya memiliki pengetahuan/wawasan serta mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dirinya. Oleh sebab itu seorang pemimpin haruslah mengerti dan memahami tentang cara/proses belajar sehingga ia mampu mendorong yang lain untuk berkembang dan meningkatkan kemampuannya dengan optimal.

4.2 Menjadi manusia pembelajar

MENJADI MANUSIA PEMBELAJAR

"Tidak ada masalah/hambatan yang tidak dapat kita selesaikan, tidak ada tujuan yang tidak dapat kita lampaui/tempuh dan tidak ada kebaikan yang tidak kita perlihatkan selain dengan BELAJAR."

Manusia pembelajar adalah manusia yang sadar dan menggunakan seluruh potensi dirinya untuk meningkatkan dirinya dalam mencapai tingkatan kualitas hidup tertentu. Ada hal-hal yang menjadi bahan renungan agar kita menjadi manusia pembelajar, yaitu memiliki karakter-karakter berikut :
1. Motivasi : Dorongan untuk melakukan tindakan.
2. Upaya : Kemampuan untuk bekerja keras.
3. Inisiatif : Melakukan atas ide-ide.
4. Kepercayaan diri : Perasaan mampu melakukan.
5. Common sense : Menggunakan pertimbangan.
6. Care : Menunjukkan kepedulian.
7. Problem solvers : Mengarahkan pengetahuan dan kemampuan ke dalam tindakan.
8. Incuirisity : Rasa ingin tahu yang menggelora.

MOTIVASI =} DAYA PIKIR =} KEMAMPUAN MEMADUKAN PENGETAHUAN DAN KERJA [ KARYA ].

4.3 Perencanaan belajar

PERENCANAAN BELAJAR

"Duduklah dengan tenang dan bayangkan seperti apa perasaan pencapaian/berhasil atas suatu sasaran secara rinci. Perbuatan seperti itu merupakan suatu motivator yang baik."

Tahapan dalam Proses Belajar :
1. Menetapkan sasaran [ apa yang ingin kita capai dalam belajar? ].
2. Memperkirakan waktu yang akan dihabiskan [ berapa lama untuk menyelesaikan yang ingin kita capai? ].
3. Menentukan sumber informasi, misalnya guru dan pembimbing [ siapa sajakah sumber informasi sebagai pembimbing kita dalam belajar? Carilah sebanyak mungkin sumber informasi ].
4. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan [ Bertanyalah tentang apa, siapa, mengapa, bagaimana, bilamana, dimana, berapa waktu dan berapa biaya, dsb... ].
5. Alat dan sarana [ Alat dan sarana apa sajakah yang kita butuhkan agar belajar menjadi lancar? ].
6. Menetapkan rujukan yang dibutuhkan [ buku-buku atau media apa sajakah yang dibutuhkan dan berkaitan dengan subjek materi yang akan kita pelajari? ].
7. Mengelola informasi yang telah didapatkan [ dengan menggunakan pengelolaan sistem informasi MIS : Management Information System ].
8. Menyimpan data [ Filling system ].

Kondisi yang diperlukan untuk belajar efektif :
1. Berpikir kritis-konseptual, analitis, reflektif dan sistematis.
2. Berpikir kreatif, mendapatkan beberapa jawaban dari satu pertanyaan.
3. Gunakan memori tingkat tinggi untuk menyimpan informasi yang permanen.
4. Pemetaan pikiran, visualisasikan!.
5. Gunakan semua ragam gaya belajar dengan ragam kecerdasan.
6. Gunakan tiga perangkat potensi pengungkit : Rasa, Pikir dan Psikomotorik.

4.4 Kreativitas

Kreativitas

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan [ penciptaan-Nya ] [ Q.S Al A'la 87 : 1-2 ].

Cobalah kamu hitung berapa jumlah huruf alfabet yang ada ! Dan cobalah kamu hitung juga berapa jumlah warna-warna dasar yang ada !.
Dapatkah kamu sebutkan berapa banyak jumlah kata dan kalimat yang dapat disusun dari 26 huruf alfabet yang ada? Dan dapatkah kamu sebutkan berapa jumlah kombinasi warna yang dapat disusun dari warna-warna dasar tersebut?

Di tangan orang-orang yang memiliki daya kreativitas yang tinggi, huruf-huruf alfabet dapat disusun menjadi syair-syair lagu yang dapat memperhalus perasaan seperti syair-syair lagu Ebit. G.Ade, membangkitkan semangat dan emosi seperti puisi-puisi karya Chairil Anwar.

Di tangan-tangan mereka yang ahli design interior, warna-warna dasar dapat dikombinasikan sehingga menghasilkan perpaduan warna yang serasi dan seimbang dalam memperindah sebuah ruangan, sehingga membuat nyaman orang yang menjadi pemilik ruangan tersebut.

Kegiatan kali ini akan mengajak kamu untuk lebih memahami kreativitas dan hambatan-hambatannya.

4.5 Belajar efektif

Belajar Efektif

"Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." [ Q.S Al Alaq 96 : 5 ].

Sebuah kelompok terdiri dari kumpulan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Latar belakang ini meliputi antara lain usia, jenis kelamin, persepsi, tingkat pendidikan, pengalaman, motif sifat, perasaan dan sebagainya.

Hal-hal ini tentu saja akan memberikan pengaruh terhadap gaya belajar seseorang.

Gaya belajar seseorang tentu berbeda satu dengan yang lainnya, namun apakah gaya tersebut efektif atau tidak?

Mari kita pelajari dan diskusikan apa yang dimaksud dengan belajar efektif.

4.6 Mengajar

Mengajar

"Yang terbaik diantara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." [ H.R Bukhari ].

Setiap manusia mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ilmu yang telah diketahuinya kepada orang yang membutuhkan.
Walaupun apa yang diketahuinya hanya sedikit. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW "Sampaikanlah walau satu ayat." "Sampaikanlah kebenaran walaupun itu pahit terasa." Dari kedua hadist Nabi Muhammad memerintahkan kepada umatnya untuk terus belajar dan menyampaikan kembali apa yang telah dipelajarinya kepada orang lain.

Dalam kegiatan belajar pada hakikatnya setiap orang dapat berperan sebagai murid sekaligus juga sebagai guru. Belajar sebenarnya tidak harus selalu tergantung dengan apa yang dinamakan "sekolah" dan "guru". Setiap tempat dapat dijadikan tempat untuk belajar dan setiap orang sesungguhnya juga dapat dijadikan sebagai "guru".

Melalui kegiatan ini, kamu akan mendapatkan pengalaman belajar tentang bagaimana seorang guru dan seorang murid bekerjasama dalam proses belajar.

4.7 Memberi demonstrasi

Memberi Demonstrasi

"Yang terbaik diantara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya". [ H.R Bukhari ].

Demonstrasi adalah peragaan atau pertunjukan tentang tata cara melakukan atau mengerjakan sesuatu.

Pernahkah kamu melihat seorang yang sedang menawarkan sebuah produk dengan metode demonstrasi? atau barangkali kamu pernah melihat beberapa acara televisi seperti acara masak memasak, membuat hasta karya dan sebagainya? Apakah dengan cara seperti itu, kamu dapat lebih mengerti dan memahami dengan apa yang sedang disampaikan?  Apa yang menyebabkan kamu lebih memahaminya?.

Metode demonstrasi lebih efektif jika dibandingkan dengan metode ceramah, membaca dan berdiskusi. Dengan demonstrasi kita dapat melihat peragaan dan berinteraksi secara langsung.
Kegiatan belajar dengan cara melihat langsung objek yang dipelajari akan lebih lama tersimpan dalam memori kita dibandingkan dengan hanya sekedar membaca dan berdiskusi.

Melalui kegiatan ini kamu akan berlatih bagaimana memberikan sebuah demonstrasi.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

4.8 Gambar kreasiku

Gambar Kreasiku

"Pikiran bukanlah sebuah wadah untuk di isi, melainkan api yang harus di nyalakan".

Kreasi adalah hasil daya cipta, hasil daya khayal [ penyair, komponis, pelukis, dsb. ]; hasil ciptaan buah pikiran atau hasil kecerdasan akal manusia.

Untuk berkreasi, seseorang harus mempunyai rasa ingin tahu, berani mencoba sesuatu hal yang baru, berbeda dengan apa yang telah ada serta intuitif.
Potensi kreatifitas berhubungan dengan umur, tetapi dalam kinerjanya tergantung apakah terlatih atau tidak. Banyak orang yang lebih tua yang tetap kreatif di bandingkan dengan yang jauh muda dari padanya.

Umur   {=}   Kreatifitas [ % ]
40 tahun ke atasa : 2%
35 tahun : 2%
30 tahun : 2%
17 tahun : 10%
5 tahun : 90% [ Golden age ]
* Sumber : Mengoptimalkan Daya Kerja Otak dengan Berpikir Holistik & Kreatif oleh Iwan Sugiarto.

Jadi sangat besar potensi kita yang masih duduk di bangku SMA untuk selalu mengembangkan diri dengan daya kreatifitas yang kita miliki. Beberapa cara yang dapat dipakai agar menjadi pribadi kreatif adalah sebagai berikut :
1. Membiarkan diri untuk bermimpi atau melakukan perjalanan imajinatif.
2. Kemampuan melihat masalah [ hambatan ] ketika orang lain tidak melihatnya menjadi sebuah peluang.
3. Kemampuan melihat masalah [ hambatan ] dengan sudut pandang yang berbeda.
4. Kemampuan berkreasi dalam menggabungkan beberapa hal.

4.9 Membuat buku ide

Membuat Buku Ide

"Ide adalah kombinasi baru dari penggabungan, jelmaan [ perwujudan ], bentuk lain dari ide-ide lama".

Ide adalah gagasan, pemikiran, rencana, cita-cita, maksud yang muncul saat kita melihat, mendengar, membaca, berbicara, merenungkan, berpikir dan melakukan sesuatu.

Beberapa hal [ pertanyaan ] yang dapat membangkitkan ide, yaitu :
1. Bagaimana jika di ubah/tanpa perubahan [ lebih besar/kecil ], [ lebih panjang/pendek ], [ lebih berat/ringan ], [ lebih tipis/tebal ], [ lebih tinggi/pendek ], [ lebih bulat/lonjong ], [ lebih kaku/lemas ], [ berwarna/tidak berwarna ], [ berlubang/tidak berlubang ], [ diberi motif/tidak bermotif ], dst.
2. Apa manfaatnya dengan perubahan dan tanpa perubahan?
3. Apa yang dapat digunakan sebagai pengganti benda tersebut?
4. Dengan cara apa saja kita bisa memperlakukan benda tersebut?

Ide-ide yang bagus dan orisinil terkadang muncul dalam pikiran kita. Tetapi sayang, terkadang ide-ide yang berharga itu sering kita lupakan karena tidak kita catat. Oleh karena itu kita perlu membiasakan menulis ide-ide bagus yang muncul dalam buku ide. Keuntungan lain untuk masa yang akan datang adalah terkadang kita harus melihat atau membuka ide-ide lama yang berhubungan dengan tema masa kini.

4.10 Curah gagasan

Curah Gagasan

"Curahkan apa yang terdapat dalam pikiran dan perasaan yang terdalam, maka orang lain akan memahaminya dengan lapang dada".

Curah gagasan [ brainstorming ] adalah teknik penyelesaian masalah yang dapat digunakan secara individual dan kelompok. Dengan curah gagasan akan di dapatkan ide-ide atau gagasan-gagasan spontan yang dapat dijadikan bahan membuat keputusan.
Oleh karena itu terimalah semua gagasan sebagai gagasan yang baik, terlepas dari betapa asing/aneh gagasan tersebut.
Curah gagasan lebih efektif dalam kelompok-kelompok karena efek kumulatif dari masing-masing pikiran di rangsang oleh kreativitas yang lainnya. Banyak ide secara pribadi akan dapat jauh lebih sempurna jika disampaikan kepada orang lain dan orang lain tersebut akan berpikir lebih jauh atas ide kita. Akan terjadi penyempurnaan atas ide-ide kita dalam perspektif atau sudut pandang yang berbeda.
Teknik semacam ini akan memancing ide kita lebih jauh dan lebih berbobot [ bermakna ].

4.11 Perilaku bertanya

Perilaku Bertanya

"Sempurnakan ilmumu dengan bertanya.
Bertanyalah dengan baik dan santun maka anda akan mendapatkan ilmu secara utuh".

Kesempurnaan akal akan terus dipacu dengan kemampuan dan teknik bertanya : apa, siapa, mengapa, dimana, kapan, bagaimana, berapa waktu dan berapa biayanya. Melalui keterampilan bertanya akan membantu kita menemukan jawaban-jawaban dari sesuatu yang ingin kita ketahui. Bertanya pada diri sendiri tidak terlalu banyak menggunakan teknik khusus. Karena bertanya terhadap diri hanya menggugah kesadaran diri agar bisa berpikir dan melakukan suatu pekerjaan yang selama itu terlewat atau lalai. Misalkan, karena saya belum siap ujian?
Demikian juga tatkala kita membaca sebuah buku, kita terlebih dahulu menyiapkan daftar pertanyaan yang dapat memperkirakan isi dan makna buku itu ketika kita selesai membacanya. Demikian juga kalau kita bertanya pada benda-benda dan alam sekitar kita.
Permasalahannya, jika kita hendak mengajukan pertanyaan kepada orang lain, diperlukan etika dan teknik bertanya yang baik agar yang kita ajak bertanya tidak merasa tersinggung atas pertanyaan-pertanyaan kita.

4.12 Wawancara

"Wawancara bukan sekedar mengumpulkan informasi, tetapi juga sudah merupakan bagian dari penyajian informasi".

Wawancara adalah mencari informasi dengan cara mengadakan wawancara [ tanya jawab ] secara langsung atau tidak langsung terhadap narasumbernya.

Untuk melakukan kegiatan wawancara diperlukan persiapan-persiapan, diantaranya :
1. Tema : Menentukan tema dalam mewawancarai adalah bagian yang paling pokok. Tema akan menentukan informasi seperti apa yang hendak akan kita dapatkan.
2. Ruang lingkup dan Topik : Menguasai ruang lingkup dan topik agar kita tidak terjebak dengan dengan hal-hal lain di luar topik yang dikehendaki.
3. Merancang Pertanyaan : Rancang berbagai jenis pertanyaan yang hendak akan kita ajukan terlebih dahulu agar kita tidak kehilangan arah.
4. Melakukan Hubungan Harmonis : Memahami pihak yang kita wawancarai adalah pembuka agar dia mau menerima kita dan bersahabat dengan kita.

4.13 Berlatih membaca cepat

Berlatih Membaca Cepat

"Untuk mempelajari sesuatu dengan cepat dan efektif, anda harus melihatnya, mendengarnya dan merasakannya".

Membaca adalah kegiatan fisik ketika cahaya yang direfleksikan dari kata atau gambar diterima oleh mata, kemudian ditransformasikan melalui saraf menuju ke otak.

Pada dasarnya, ada empat macam tingkatan membaca : [ 1 ] Biasa yaitu membaca yang relatif lambat, dengan membaca baris demi baris seperti yang biasa kita lakukan dalam membaca ringan. [ 2 ] Melihat dengan cepat seperti cara kita melihat buku telepon atau kamus. [ 3 ] Melihat sekilas seperti membaca koran. [ 4 ] Kecepatan tinggi yaitu membaca dengan kecepatan tinggi dan dengan pemahaman yang menakjubkan.
Masing-masing dari empat kecepatan membaca mempunyai kegunaan. Untuk membaca dengan kecepatan tinggi kamu harus mampu melakukan tiga hal : 1. Menggunakan visi periferal kamu. 2. Gerakkan mata kamu dengan cepat menuju bagian bawah halaman buku. 3. Balikkan halaman dengan cepat.

Membaca adalah suatu kegiatan untuk merekam apa yang tertulis juga cara untuk berkomunikasi dengan penulis dan menemukan makna yang disampaikan oleh penulis.
Apapun cara dan metode membaca, yang menjadi perhatian adalah bagaimana secara sistematis dapat menyerap informasi dengan cepat, tepat dan benar.

4.14 Menentukan prioritas

Menentukan Prioritas

Menentukan skala prioritas berarti menentukan sesuatu mana yang harus di dahulukan dan di utamakan dari pada yang lain berdasarkan kriteria tertentu. Untuk menentukan skala prioritas perlu dilakukan pengelompokkan sesuatu menjadi beberapa bagian berdasarkan kriteria tertentu sehingga masing-masing bagian mempunyai nilai, status atau tingkatan yang berbeda.

4.15 Pemetaan informasi

Pemetaan Informasi

"Informasi bagaikan makhluk yang memerlukan wadah/kandang yang cocok agar dapat dikelola menghasilkan buah yang bermanfaat bagi para pemetiknya".

Pemetaan informasi adalah pengelompokkan informasi dengan cara mencari, memilih, memilah, mengatur informasi yang di dapat. Misalnya informasi yang di dapat di kelompokkan ke informasi utama [ main issue ], informasi pendukung [ supporting issue ], informasi yang rinci [ detail issue ].

Dengan pemetaan informasi kamu dapat meningkatkan pemahaman dan memusatkan perhatian atau berkonsentrasi pada gagasan-gagasan yang kamu inginkan. Banyak orang yang mencampuradukkan informasi penting dengan informasi tidak penting. Akibatnya bisa menimbulkan malapetaka bukannya justru manfaat dari informasi tersebut. Informasi perlu ditempatkan sesuai dengan kriteria informasi tersebut. Ada informasi yang boleh diketahui oleh orang-orang tertentu saja dan juga informasi yang merupakan konsumsi publik.
Dalam hal ini kita harus dapat memilih dan memilah perbedaan kedua informasi tersebut.

4.16 Mengukur skala kemampuanku dalam belajar

Mengukur Skala Kemampuanku dalam Belajar

"Tiap individu adalah mukjizat yang mengandung banyak manfaat dan menghasilkan sesuatu yang dahsyat jika kita mengenal kemampuan belajar kita".

Jika kamu bertanggungjawab atas hidupmu, kamu akan mulai membuat segalanya terjadi dan bukan sekedar membiarkannya. Belajar aktif adalah masuk dalam kehidupan bukan membiarkan hidup mengombang-ambingkanmu [ mengaturmu ]. Kamu harus belajar apa saja dari setiap situasi. Dengan demikian kamu akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas. Semakin banyak pengetahuan yang kamu miliki, semakin banyak pilihan yang dapat kamu lakukan ketika menghadapi situasi yang menantang. Semakin banyak pilihanmu semakin besar kekuatan pribadimu.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

LEADERSHIP : 3. MENYATU DENGAN YANG LAIN [ GETTING ALONG WITH OTHERS ]

3. MENYATU DENGAN YANG LAIN
[ Getting Along with Others ]

3.1 Menyatu dengan yang lain

"Berbuatlah untuk orang lain ketika kamu menginginkan orang lain berbuat untukmu."

"Cobalah untuk meletakkan diri kamu pada posisi orang lain, maka kamu akan dapat memahaminya."

Sebagai sesama ciptaan-Nya maka manusia tidak hanya perlu hidup berdampingan secara damai dengan manusia lainnya, akan tetapi dengan seluruh ciptaan-Nya.
Karena, tidak dapat dihindari bahwa manusia satu sama lainnya saling membutuhkan. Masing-masing kita mempunyai kewajiban terhadap yang lainnya dan dengan pemenuhan kewajiban-kewajiban tersebut maka hak-haknya akan terpenuhi pula.
Prinsip agar kita menyatu dengan sesama manusia yaitu dengan peduli [ care ], mau berbagi [ share ], dapat dipercaya [ trusted ]. Sedangkan untuk menyatu dengan ciptaan Tuhan [ Allah ] selain manusia yaitu dengan peduli [ care ], mau berbagi [ share ] dan pengaturan [ manage ].

Kiat-kiat khusus agar kita dapat menyatu dan diterima oleh orang lain, yaitu sebagai berikut :
1. Menunjukkan rasa kasih sayang.
2. Berusaha memahami dan mendengarkan orang lain.
3. Mau melihat sudut pandang orang lain.
4. Toleransi.
5. Keterbukaan pikiran.
6. Jujur dan membuka hati.

Dalam setiap situasi, kita harus berusaha memikirkan mengapa orang lain bersikap seperti apa adanya.
Mengupayakan dalam situasi tertentu menempatkan diri di tempat orang lain. Cari tahu tentang kisah pribadi mereka, momen-momen berharga dalam hidup mereka, memori paling menyenangkan, tujuan serta kepercayaan mereka. Empat kata kunci untuk menyatu dengan yang lain : Cari Tahu, Kagumi, Hargai dan Penyatuan.

3.2 Orang-orang di sekitar kita

ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA

"Ketika kita menjenguk ke dalam hati sekuntum bunga, kita melihat awan, sinar matahari, mineral, waktu, bumi dan segala sesuatu lainnya di kosmos di dalamnya. Tanpa awan tidak akan ada hujan dan tanpa hujan tidak ada bunga."

Rutinitas hidup yang membuat kita lupa dan terlena betapa penting orang-orang yang dekat, yang selalu berinteraksi sehari-hari dengan kita. Siapa sajakah mereka itu :
1. Ayah dan Ibu,
2. Kakak, Adik dan saudara lainnya,
3. Pembantu rumah tangga,
4. Tetangga dekat,
5. Guru, karyawan sekolah,
6. Teman-teman sekelas dan teman satu sekolah, bahkan tukang ojeg yang setiap hari menghantar jemput kita ke sekolah. Mereka yang setiap hari berinteraksi dengan kita adalah orang yang sangat berharga dalam mendewasakan, mendidik dan bahkan yang menghantarkan kita ke depan pintu sukses hidup kita. Baik sadar maupun tidak, kita sering melupakan keberadaan mereka yang begitu berharga bagi hidup kita. Biasanya kita baru merasa kehilangan dan merasa membutuhkan mereka jika mereka tidak ada lagi berada di sekitar kita.
Tetapi kita tidak pernah berusaha menjalin hubungan yang indah dan harmonis di setiap waktu pada masa-masa yang telah kita lampaui dengan mereka yang telah mengubah diri kita menjadi seperti sekarang ini. Langkah yang harus kita lakukan agar hubungan harmonisasi tetap terjaga yang dapat membuahkan mutiara hidup yang lebih bermakna, sebagai berikut :
1. Selalu menganggap merekalah orang yang sangat kita pentingkan dalam hidup kita.
2. Buatlah hari-hari mereka senang dengan keberadaan, sepak terjang dan aktivitas kita.
3. Ciptakan saling kebergantungan/membutuhkan satu sama lain agar saling menjaga harmonisasi hubungan.
4. Berbicara dari hati ke hati agar saling memahami secara mendalam.
5. Saling memberi cinderamata/hadiah pada momen-momen tertentu.

Pada hakikatnya setiap orang membutuhkan pengakuan, penghargaan terlebih-lebih dari orang terdekat yang ada di sekitar kita. Yang membedakan kebutuhan dan penghargaan hanya dari segi bentuknya. Orang yang lebih tua biasanya mereka membutuhkan kejujuran, keterbukaan dan sangat senang kalau kita berusaha melaporkan perkeperkembangan aktivitas, program yang kita lakukan.
Saran dan petunjuk kita mintakan kepada orang yang lebih tua dari kita, mereka akan memberi secara tulus ilmu dan pengalaman hidupnya untuk kita. Jika kita berada pada posisi lebih tua dari orang lain, biasanya mereka membutuhkan pengakuan dan penghargaan dalam bentuk diberi kepercayaan dan memberi kebebasan menuangkan ide dan gagasan dalam kreativitasnya. Untuk orang-orang yang seumur dengan kita, kepercayaan, saling berbagi serta saling melindungi akan menjadi hubungan yang harmonis dalam kehidupan yang kita jalin.

3.3 Kepedulian terhadap orang tuaku

Kepedulian Terhadap Orang Tuaku

"Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah."

Pengorbanan seorang ibu dalam mengandung, melahirkan, menyusui dan memelihara putra-putrinya telah kita dengar kisah tersebut baik langsung kita simak maupun dari buku-buku. Begitu pula betapa berat dan tidak mudahnya seorang bapak berusaha memberi nafkah untuk isteri dan putra-putrinya. Semua pengorbanan ini mengharuskan seseorang untuk memikirkan dan merasakan betapa perlunya membalas budi kebaikan ibu dan bapak.

Bagaimana cara kita selaku putra-putrinya berbuat baik dan bertindak dengan beradab kepada ibu juga bapaknya. Ada banyak tuntunan yang mengajarkan kepada kita agar kita dapat berbuat baik kepada kedua orang tua kita [ ibu dan bapak ]. Beberapa hal yang perlu kita perhatikan sehubungan dengan kedudukan kita sebagai seorang putra-putri, yaitu :
1. Menyadari berbuat baik kepada kedua orang tua kita adalah merupakan kewajiban.
2. Menjaga kesopanan, menghormati dan bertingkah dengan nilai-nilai luhur.
3. Memperhatikan dan memahami setiap keinginan mereka.
4. Mempersembahkan prestasi dan karya terbaik kita.

Rencanakan suatu tindakan konkrit/nyata sebagai perwujudan kepedulian dan kasih sayangmu terhadap orang tuamu.

3.4 Menjadi warga sekolah yang baik

Menjadi Warga Sekolah Yang Baik

"Sekolah merupakan salah satu tempat dimana kita menimba ilmu. Perdalamlah sumurnya dan perbesar timbanya agar air ilmu yang kita dapatkan penuh dan jernih."

Penting sekali artinya bagimu untuk dapat menjadi seorang warga sekolah yang baik. Hal ini tidak hanya penting untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan bangsa, negara dan umat yang kita cintai ini. Berbagai catatan memperlihatkan bahwa para pelajar yang baik ketika masa bersekolah akan menjadi warga negara yang baik pula ketika mereka meninggalkan bangku sekolah dan terjun ke masyarakat dalam kehidupan dewasa mereka.

Salah satu cara untuk menjadi warga sekolah yang baik adalah melalui cara memahami prinsip dan unsur sekolah dengan utuh sehingga kita mampu menempatkan diri di lingkungan sekolah secara menyeluruh. Langkah agar kita menjadi warga sekolah yang baik, yaitu :
1. Memahami prinsip-prinsip yang dijalankan di sekolah.
2. Mengenal semua unsur-unsur sekolah [ stake holder ].
3. Memahami dan mematuhi tata tertib sekolah.
4. Memahami budaya yang diciptakan di sekolah.
5. Penyatuan dengan kegiatan-kegiatan intra dan ekstra kurikuler di sekolah.
6. Berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hal positif di sekolah.

Lingkungan sekolah yang menjadi salah satu tempat menimba ilmu dan keterampilan hidup adalah lingkungan yang sangat berharga untuk kita pahami demi masa depan kita.

3.5 Berbagi sesama anggota keluarga

Berbagi Sesama Anggota Keluarga

"Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." [ Q.S Al Imran 3 : 159 ].

Setiap orang pasti pernah mengalami suatu permasalahan/hambatan, baik itu pribadi, kelompok maupun keluarga. Untuk menyelesaikan masalah tersebut terkadang kamu dapat menyelesaikannya sendiri, tapi tidak jarang juga kamu membutuhkan bantuan orang lain, terutama untuk permasalahan yang menyangkut orang lain/kelompok tertentu.

Begitupun ketika keluargamu mempunyai permasalahan/hambatan, maka jalan terbaik adalah dengan mendiskusikannya [ musyawarah ] bersama anggota keluargamu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang permasalahan/hambatan tersebut, kamu dapat meminta pendapat orang lain sehingga keputusan yang diambil oleh keluargamu lebih tepat.

3.6 Melaksanakan proyek sosial

Melaksanakan Proyek Sosial

"Tahukah kamu [ orang ] yang mendustakan agama? Itulah yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin." [ Q.S Al Ma' un 107 : 1-3 ].

Untuk dapat menyatu dengan yang lain dan bisa diterima oleh yang lain, syarat utama yang harus dimiliki oleh setiap individu adalah adanya rasa peduli dan berbagi dengan sesama dan orang lain yang berlandaskan kasih sayang yang ikhlas. Banyak bentuk yang bisa dilakukan untuk mengaplikasikan dari rasa peduli dan berbagi dengan sesama juga orang lain, diantaranya mulai dari sekarang memperhatikan hal-hal yang terkecil yaitu empati sampai dengan melakukan kegiatan yang kongkrit dalam bentuk nyata melalui program proyek sosial. [ gotong royong, kerjasama, kerja bakti ].

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

3. MENYATU DENGAN YANG LAIN
[ Getting Along with Others ]

3.7 Yang berkesan dalam keluargaku

Yang Berkesan Dalam Keluargaku

"Keluarga bagaikan perahu yang dapat membawa kita berlayar menuju pulau indah di tengah laut".

Keluarga dalam pengertian khusus adalah kesatuan beberapa individu yang terdiri dari ibu, bapak dan putra-putri kandungnya. Sangat penting artinya adanya komunikasi timbal balik yang akrab, saling perhatian, kepedulian, kepercayaan, jalinan kasih sayang untuk mencapai kerukunan dan kedamaian dalam keluarga.
Banyak yang bisa diperbuat agar diri kita dapat memberi kesan yang mendalam kepada anggota keluarga yaitu khususnya dengan cinta dan kasih sayang. Dengan modal tersebut maka kita akan merasa bahwa keluarga kita semakin berharga dan berarti.

Kita sering mendengar istilah keluarga besar. Keluarga besar adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, kakak, adik juga bibi, kakek, nenek, cucu, mertua, ipar, keponakan, sepupu dan sebagainya yang kadang-kadang disebut kerabat. Hendaknya, kegiatan-kegiatan pertemuan keluarga sering dilakukan agar terjadi komunikasi dan keterbukaan satu sama lain sehingga jalinan untuk harmonisasi hubungan tetap tumbuh dan terjaga.

3.8 Berbincang-bincang dengan orang tua

Berbincang-bincang dengan Orang Tua

"...Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan agar kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya".

Hubungan keluarga yang harmonis sangat dipengaruhi oleh adanya komunikasi timbal balik yang akrab dan jalinan kasih sayang diantara anggota keluarga. Terutama dengan orang tua, sedapat mungkin kita sering berkomunikasi atau berbincang-bincang mengenai masalah yang terjadi sehari-hari di sekolah maupun apa yang menyangkut pergaulan di luar sekolah. Orang tua, dengan banyaknya pengalaman hidup, akan memberikan saran atau input positif terhadap segala hal yang menyangkut prinsip hidup, jalan hidup atau bagaimana mencapai cita-cita hidup kita. Dalam suasana tertentu, contohnya pada saat piknik keluarga, kita akan merasa lebih dekat dengan orang tua kita.

3.9 Persahabatan

"...Cintailah orang lain sebagaimana anda mencintai diri sendiri."

Persahabatan adalah hal agung dalam kehidupan.
Persahabatan tidak ubahnya seperti membangun rumah. Dia tidak terjadi secara kebetulan dan dengan tiba-tiba, walaupun unsur tiba-tiba terkadang membantu mewujudkannya.
Persahabatan harus di ikhtiarkan. Oleh karena itu persahabatan adalah sesuatu yang harus dibuat dan dibangun, maka dia memerlukan lahan sebagai landasan. Landasannya adalah kecintaan dan kasih sayang yang sejati antar sesama sahabat. Persahabatan yang disertai rasa persaudaraan akan mewujudkan kebaikan-kebaikan dan menghasilkan banyak hal yang berguna bagi terbentuknya kualitas hidup.

3.10 Berbagi dengan teman

Berbagi dengan Teman

"Apabila kita mendapatkan keberuntungan berbagilah kepada sahabatmu, niscaya dia akan membantu kita pada saat kita menghadapi kesulitan [ kegetiran ]".

Dalam hidup, kita selalu membutuhkan teman.
Oleh karena itu kita harus memberikan perhatian yang besar dalam memilih teman karena teman merupakan salah satu sarana yang dapat membantu kita untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan kemudian sebaliknya juga dapat menjerumuskan ke hal-hal yang negatif [ tidak positif ].
Selain dengan keluarga, kita bisa saling membagi duka dan bahagia dengan teman. Berbagi pengalaman atau ide, membantu memecahkan masalah, melaksanakan sebuah kegiatan bersama-sama ataupun menjadi pendengar yang baik bagi seorang teman merupakan beberapa bentuk kegiatan berbagi dengan teman.

3.11 Menyayangi tumbuhan

Menyayangi Tumbuhan

"Produsen tingkat pertama yang banyak berguna bagi manusia adalah tumbuhan".

Tumbuh-tumbuhan sangat banyak macam dan jenisnya, berbeda-beda bentuknya, beraneka ragam warna bunganya dan bermacam-macam pula manfaatnya bagi kehidupan manusia. Bukankah dari tumbuh-tumbuhan itu manusia dapat mengambil manfaatnya untuk bahan makanan, minuman, pakaian, obat-obatan dan sebagainya. Bahkan untuk tempat tinggal atau tempat dimana kita berteduh terbuat dari bahan tumbuhan seperti kayu, daun dan akarnya.
Oleh karena itu sudah selayaknya kita harus mempunyai juga memiliki sikap peduli terhadap tumbuhan dengan cara merawatnya sehingga lingkungan dan alam tetap terjaga kelestariannya.

3.12 Program penghijauan sekolah

Program Penghijauan Sekolah

"Damaikanlah hatimu dengan kita berusaha berdamai dengan lingkungan sekitar kita".

Sebagai calon pemimpin kita harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Salah satu bentuknya adalah dengan melakukan kegiatan penghijauan sekolah. Penghijauan sekolah berarti kita melakukan kegiatan memelihara tanaman-tanaman yang ada dan melakukan rehabilitasi tanaman yang sudah tidak cocok dan menanam tanaman yang baru.
Penghijauan mengandung makna atau bertujuan untuk : Konservasi alam, kenyamanan, keasrian, keindahan, hasil buahnya, juga kesehatan.
Oleh karena itu sebaiknya menanam pohon di sekolah terdiri dari : Pohon pelindung, bunga, pohon penghasil buah, pohon obat atau pohon yang memiliki nilai kombinasi tersebut.

Menjaga ekosistem biota hutan dan laut, Pemakaian bahan bakar tanpa emisi adalah beberapa contoh program pelestarian alam. Melakukan kegiatan penghijauan juga merupakan salah satu dari program pelestarian alam, Oleh karena itu marilah kita laksanakan kegiatan penghijauan ini bersama-sama.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

Minggu, 01 April 2018

LEADERSHIP : 2. KOMUNIKASI [ COMMUNICATION ]

2. KOMUNIKASI

[ Communication ]
2.1 Komunikasi

"Banyak problem hidup yang harus dipecahkan melalui komunikasi. Banyak pula komunikasi justru melahirkan problem hidup. Diperlukan teknik komunikasi yang efektif dan efesien."

Komunikasi di definisikan sebagai pengungkapan diri pribadi kepada orang lain, baik melalui bahasa verbal maupun non verbal. Lebih lanjut komunikasi dapat diartikan suatu kegiatan saling bertukar informasi yang berlangsung diantara dua atau lebih banyak unsur, dengan tujuan-tujuan tertentu.

Selain komunikasi verbal [ mendengar, membaca, menulis, berbicara ], komunikasi non verbal juga penting maknanya. Komunikasi-komunikasi non verbal [ body language ] diantaranya : Kontak mata, ekspresi wajah, bahasa tubuh, intonasi suara, penekanan, kesunyian yang disengaja, pemilihan waktu, penampilan, sentuhan, pergerakan tangan.

Sebagai mahluk sosial, manusia dituntut untuk berinteraksi baik dengan sesama manusia maupun dengan mahluk lain ciptaan Tuhan [ Allah ]. Lebih jauh lagi, kita pun dituntut untuk melakukan interaksi komunikasi bahkan dengan Tuhan [ Allah ] sebagai Pencipta Alam.

Ada makna dan teknik berkomunikasi agar kedua belah pihak mendapatkan manfaat dari komunikasi yang terjadi. Komunikasi yang efektif adalah dengan cara mengoptimalkan seluruh potensi panca indra kita [ komunikasi verbal dan non verbal bersama-sama ].

2.2 Menjadi Pendengar yang Baik

"Pendengar yang baik adalah yang mampu menerobos ruang hati pembicara sehingga mampu menterjemahkan makna tersurat dan makna tersirat."

Menjadi pendengar yang baik merupakan hal yang penting dalam komunikasi. Mengapa? Karena mendengar dapat membantumu memperoleh informasi yang baik, membantumu mewujudkan gambaran yang lebih positif mengenai diri sendiri, memahami orang lain, membantu keberhasilanmu di sekolah maupun di pekerjaan nanti dan masih banyak manfaat lainnya.

Mendengarkan dengan baik dapat disimpulkan dalam sebuah kata "PUAS", yaitu Pusatkan perhatian dan evaluasi sambil mendengarkan, Usahakanlah agar kamu berpikir secara aktif tentang apa yang dibicarakan orang lain, Agar memberi tanggapan pada saat-saat yang tepat, Selalu memberi dorongan dan semangat agar pembicara melanjutkan topik pembicaraan.
Kegiatan ini akan membantumu menjadi pendengar yang baik. Kebanyakan orang bijaksana ialah mereka yang memiliki kemampuan mendengar bahkan mampu membaca, memahami setiap pikiran yang diucapkan pembicara.

2.3 Membaca yang Efektif

"Buku adalah jendela ilmu dengan membaca buku kita telah membuka lebar jendela untuk perkembangan akal."

Membaca adalah usaha memperoleh informasi melalui tulisan. Diperlukan teknik tertentu dalam membaca agar efektif dan optimal dalam menggali informasi yang diinginkan. Artinya, membaca tidak sekedar membaca tetapi mencari tahu, mengerti, memahami, kalau mungkin sampai kepada hakikatnya. Mulailah membaca dengan pelan, tetapi perlahan-lahan tingkatkan kecepatan, kalau perlu lakukan pengulangan.

Menurut Tony Buzan, ada tujuh macam kegiatan membaca :
• Pertama, Pengenalan. Kenali dahulu simbol-simbol, ikon atau simbol dalam bentuk gambar yang ada dalam buku atau artikel.
• Kedua, Peleburan. Tahap penyesuaian atau asimilasi, menyatukan seluruh panca indera dan mengirimkan ke pusat pikiran apa yang disampaikan buku dengan pengalaman yang kita miliki.
• Ketiga, Intra-integrasi. Menghubung-hubungkan [ menyambungkan ] antara materi satu dengan materi yang lain, kalimat satu dengan kalimat yang lain, bab satu dengan bab yang lain. Apakah ada yang bersinggungan/berhubungan antara isi buku dengan pengalaman kita.
• Keempat, Ekstra-integrasi. Lakukan analisis, apresiasi, seleksi, kritik, menerima atau menolak berkaitan dengan apa yang disampaikan buku terhadap kita.
• Kelima, Penyimpanan. Simpanlah apa yang menjadi pokok perhatian, informasi penting dan makna yang tersurat dengan makna yang tersirat dalam buku.
• Keenam, Pengingatan. Kita harus dapat menggunakan dari setiap apa yang kita baca untuk dikeluarkan pada saat diperlukan dan dibutuhkan.
• Ketujuh, Pengkomunikasian. Membaca buku berarti kita sedang berkomunikasi baik dengan diri sendiri maupun dengan dengan para tokoh yang disebutkan dalam buku. Pada saat membaca, kita sedang mendengarkan suara-suara aktif yang masuk ke dalam diri kita. Pada saat yang diperlukan kita juga dapat mengkomunikasikannya terhadap orang lain.

2.4 Wawancara

"Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan taqwa [ Q.S Al Mujaadila 58 : 9 ]."

Wawancara adalah kegiatan tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapat mengenai sesuatu hal.

Keterampilan berbicara sangat diperlukan oleh setiap orang. Sebagai bagian dari keterampilan berkomunikasi tentu saja keterampilan berbicara diperlukan untuk saling tukar menukar informasi. Dalam kegiatan wawancara, seorang pewawancara harus sudah mengetahui siapa narasumber dan hal-hal apa saja yang ingin diketahui dari orang yang akan diwawancarainya sebelum ia melaksanakan wawancara.

Begitu pula sebaliknya dengan orang yang akan diwawancarai [ narasumber ]. Sebelum ia diwawancarai, ia sudah harus mengetahui topik pembicaraan yang akan ditanyakan kepada dirinya serta kemungkinan-kemungkinan pertanyaan lainnya juga jawaban-jawaban apa saja yang akan diberikan sesuai pertanyaan yang diajukan kepada dirinya.

Nah, melalui kegiatan ini kamu akan diajak untuk berlatih berbicara dengan cara melakukan wawancara.

2.5 Surat Pembaca

"Barangsiapa diantara kamu melihat terjadinya kemungkaran, hendaklah kamu cegah dengan tangan; apabila tidak sanggup dengan tangan; hendaklah dengan lidah dan apabila tidak sanggup dengan lidah; hendaklah dengan hati; tetapi yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman." [ H.R Muslim ].

Surat pembaca adalah surat yang dikirim oleh para pembaca yang di alamatkan/di tujukan kepada sebuah redaksi media massa berisi tanggapan, pemberitahuan, saran, kritikan dan pendapat atas sesuatu hal.

Surat pembaca merupakan sebuah media umum yang digunakan untuk menampung berbagai pendapat, usulan, pemberitahuan, aspirasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, kamu akan diajak untuk berlatih menuangkan gagasan dan buah pikiranmu dalam bentuk tertulis. Selamat berlatih.

2.6 Memahami Makna Tersembunyi

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia menghidupkan bumi sesudah mati [ kering ]-Nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran angin, awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh [ terdapat ] tanda-tanda [ keesaan dan kebesaran Allah ] bagi kaum yang memikirkan."
[ Q.S Al Baqarah 2 : 164 ]

Pernahkah kamu mengalami sebuah musibah/cobaan yang cukup berat selama hidupmu? Dan pernahkah orang-orang terdekat yang berada disekelilingmu mencoba untuk menghiburmu dengan mengatakan "sudahlah jangan terlalu dipikirkan terus menerus, ambillah hikmah di balik itu, tidak mungkin Allah memberikan sesuatu kepada hambanya bila tidak ada pelajaran yang dapat diambil dari setiap peristiwa yang menimpa kita."
Begitulah kira-kira kata-kata yang sering kita dengar bila kita menghadapi musibah/cobaan yang datang.

Sekilas nasehat itu terdengar biasa-biasa saja, tetapi cobalah kamu sedikit lebih dalam memahaminya.
Kemampuan seseorang untuk memahami makna yang tersirat di balik sesuatu [ peristiwa, alam, tulisan/kata-kata, tanda-tanda, dsb ] akan memberikan pengaruh yang berbeda dalam mensikapi segala hal. Ketergesa-gesaan yang sering melanda kita dalam mensikapi berbagai hal kadang kala menimbulkan hal yang merugikan diri sendiri.

Pernahkah kamu mendengar cerita seorang "petani dengan pohon beringin." yang sedang duduk di bawah pohon beringin yang sangat besar, ketika ia sedang melepas lelah setelah seharian menggarap sawahnya?
Setelah seharian bekerja, petani itu kemudian menuju sebuah pohon beringin besar untuk melepaskan lelah. Tiba-tiba ia tertarik dan memungut sebutir buah beringin, sambil mengamati buah tersebut ia berusaha memikirkan dan membandingkan dengan pohon dan buah-buahan yang lainnya. Akhirnya membuat kesimpulan dan berkata dalam hatinya; "Allah tidak adil, masa pohon yang begitu besar, buahnya kecil begini. Sedangkan pohon labu yang begitu kecil, buahnya besar sekali. Seharusnya pohon beringinlah yang mempunyai buah sebesar buah pohon labu..." belum selesai ia berkata dalam hatinya tiba-tiba sebutir buah beringin jatuh tepat di atas hidungnya. Seketika itu pula ia tersentak dan tersadarkan dari lamunannya... Apa jadinya diriku seandainya buah pohon beringin sebesar buah labu? dan ia berkata; Astagfirullahal 'adzim .....

Melalui kegiatan ini kita akan belajar menangkap makna yang tersembunyi dibalik sesuatu.

2.7 Sahabat Terbaik

"... Orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." [ Q.S Al Nisa' 4 : 69 ].

Sahabat adalah orang yang sangat dekat dengan kita, bahkan bisa lebih dekat dari saudara. Pada dasarnya yang akan dipilih untuk menjadikan sahabat adalah orang yang mempunyai persamaan dan kecocokan dengan diri kita, walaupun tidak menutup kemungkinan yang menjadikan pilihan justru yang berseberangan [ berbeda ].

Dan biasanya sahabat merupakan cerminan dari kepribadian diri. Kalau diri kita baik biasanya sahabat kita juga baik. Dan jika kamu ingin menjadi orang yang baik, maka bersahabatlah dengan orang yang baik.
Banyak orang yang bisa dijadikan sahabat, tetapi untuk mendapatkan sahabat yang baik tidaklah mudah.

Seseorang yang layak dijadikan sahabat, diantaranya :
1. Seseorang orang yang berteman denganmu maka dia akan menghiasi kamu.
2. Seseorang yang jika berjanji ia akan menepati janjinya.
3. Seseorang yang jika kamu mengatakan kebenaran maka dia akan membenarkan perkataanmu.
4. Seseorang yang jika kamu melakukan kesalahan/kemungkaran, maka dia akan melarang dan memperbaikimu.
5. Seseorang yang jika kamu terkena musibah/cobaan, maka dia akan merasakan kesusahanmu [ empati ].

Di bawah ini adalah kegiatan yang dapat membantu kamu dalam menentukan siapa yang layak dijadikan sahabat.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

2. KOMUNIKASI
[ Communication ]

2.8 Berbicara di depan publik [ umum ]

Berbicara di Depan Publik [ Public Speaking ]

Berbicara di depan publik adalah berbicara di depan orang banyak [ umum ] atau semua orang yang datang menonton [ memperhatikan ], mengunjungi kita yang sedang berbicara.
Publik yang hendak diajak bicara dibagi menjadi dua yaitu publik homogen dan publik heterogen. keadaan publik yang tingkat pengetahuannya hampir sama maka kita katakan sebagai publik homogen.
Sedangkan untuk publik yang tingkat pengetahuan beragam disebut dengan publik heterogen. Tentu saja bagi kita yang akan berbicara di depan publik yang homogen lebih mudah dibanding publik heterogen. Coba rekan-rekan pikiran kenapa bisa demikian?

Tampil berbicara di depan publik/umum dengan baik, akan ditandai oleh kesan yang positif dari publik.
Tidak mudah untuk membuat khalayak atau pendengar terkesan dan meyakinkan mereka dengan apa yang kita sampaikan. Tetapi ingatlah bahwa berbicara di muka umum secara efektif adalah sebuah seni yang dapat kita pelajari.

Mengapa seseorang bereaksi gugup, gemetaran atau panik ketika diminta untuk berbicara di hadapan orang banyak? Penyebabnya bermacam-macam, diantaranya : karena tidak adanya persiapan atau persiapan yang buruk [ tidak baik ] dan tidak memadai, tidak menguasai materi yang akan disampaikan, belum terbiasa, kurang latihan dan lain sebagainya.
Dapatkah rekan-rekan meningkatkan keterampilan berbicaramu? Tentu saja dapat dan bisa. Setiap orang memang dapat melakukannya. Satu-satunya yang harus kamu lakukan adalah belajar bagaimana dapat melakukan itu semua dengan baik.
Berbicara di depan publik merupakan keterampilan yang sangat berharga. Kalau rekan-rekan dapat melakukannya dengan baik, maka akan banyak keuntungan [ benefit ] yang akan rekan-rekan peroleh.
Berikut ini pertanyaan - pertanyaan yang harus rekan-rekan jawab dengan benar agar kamu mengerti beberapa petunjuk yang mendasar tentang berbicara di depan publik [ umum ].

2.9 Menjadi pembawa acara

Menjadi Pembawa Acara

"Kenikmatan seorang ahli bicara adalah jika apa yang dia sampaikan dapat diterima dan dimengerti oleh pendengarnya [ audience ].

Kemampuan berbicara adalah dasar berkomunikasi dengan orang lain. Memiliki keterampilan berbicara, maka akan sangat mudah bagi orang lain menangkap [ memperoleh ] informasi atas pesan yang kita sampaikan. Bahkan pada bidang pekerjaan tertentu memang memerlukan keahlian atau keterampilan berbicara.
Bahkan menurut seorang pakar komunikasi lebih dari 70% hidup manusia diisi dengan berkomunikasi. Keberhasilan di bidang bisnis, hubungan sosial dan sebagainya tidak bisa dilepaskan [ dihindari ] dari kegiatan berbicara di depan umum [ public speaking ]. Publik speaking merupakan salah satu kunci penentu sukses.
Di dalam kehidupan sehari-hari dan pada acara-acara tertentu, seseorang terkadang harus berbicara di depan umum, misalnya diminta menjadi pembawa acara, memberikan kultum, presentasi, berpidato dan lain-lain?. Kenyataannya, tidak setiap orang bisa tampil berbicara di depan umum dengan baik.
Kegiatan berikut ini merupakan sarana latihan agar dapat berbicara secara aktif dan efektif di depan umum. sebagai langkah awal berlatihlah sebagai pembawa acara [ MC ] dihadapan teman-temanmu.
Pembawa acara [ MC ] adalah orang yang bertugas memandu acara dan bertanggungjawab atas lancar dan suksesnya acara. Pembawa acara harus mempunyai sikap yang luwes, ramah, terbuka dan berwawasan umum [ luas ].

2.10 Berpidato

Berpidato

Pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada banyak orang atau wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.

Ada patokan atau unsur pokok yang selalu ada dalam setiap penyusunan pidato, yaitu :
1. Pembukaan.
Adalah pendahuluan [ awal ] atau penyampaian pembukaaan kata.
2. Pokok Masalah.
Yaitu mengemukakan pokok permasalahan apa yang ada dalam pidato.
Untuk ini ada dua teknik, pertama adalah induktif yaitu mengemukakan hal-hal kecil atau khusus terlebih dahulu ; teknik kedua adalah edukatif yaitu mengemukakan hal-hal umum terlebih dahulu.
3. Argumentasi.
Pada bagian ini, berisi alasan-alasan yang didukung dengan data dan fakta untuk memperkuat pendapat.
4. Penutup/Kesimpulan.
Bagian ini merupakan akhir dari sebuah pidato yang mencakup rangkuman pidato, kata penutup, harapan dan himbauan-himbauan.

2.11 Memberikan presentasi

Memberikan Presentasi

"Semakin luas anda mengait-ngaitkan [ terus menghubungkan ] dengan berbagai hal, maka akan semakin berbobot [ bermakna ] dalam melakukan presentasi".

Presentasi adalah kegiatan menyampaikan gagasan atau informasi yang bertujuan untuk meyakinkan orang lain agar mau menerima gagasan atau informasi yang kita sampaikan.
Diperlukan persiapan yang matang untuk melakukan sebuah presentasi yang efektif.
Persiapan-persiapan itu meliputi : Persiapan materi yang akan disajikan, sistematika penyajian, metode penyajian, media pendukung, kostum yang dipakai, waktu yang dibutuhkan.
Selain itu yang paling penting adalah menetapkan tujuan yang jelas dan tajam.
Sebagian besar presentasi gagal [ tidak berhasil ] karena persiapan yang buruk [ tidak baik ] atau kurang memadai. Salah satu rahasia keberhasilan presentasi adalah adanya persiapan presentasi yang tepat, untuk khalayak yang tepat, pada waktu yang tepat dan mempunyai rencana cadangan bila ada sesuatu yang keliru [ kurang tepat ].

2.12 Menjadi pendengar

MENJADI PENDENGAR

"Kita diingatkan untuk selalu banyak mendengar dari pada berbicara dengan diciptakan dua telinga dengan satu lidah".

Mendengar merupakan hal yang penting dalam kegiatan komunikasi, karena sebelum menjadi pembicara yang baik, belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik. Walaupun kegiatan mendengar kelihatan sangat mudah, namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang mengalami kesulitan untuk menjadi pendengar  yang baik. Komunikasi pertama yang kita dapatkan pada saat masih bayi adalah mendengar. Mendengar juga adalah kemampuan yang banyak digunakan pada saat dewasa.

Untuk mengetahui apakah kita sudah dapat menjadi komunikan/pendengar yang baik, dapat diketahui melalui 10 ciri pendengar yang baik. Cobalah untuk mendengar dengan intensif yaitu mengingat isi pembicaraan/informasi yang didengar sehingga dapat memberikan respon yang tepat.
Respon dapat berupa jawaban, penjelasan, tindakan dan sebagainya. Bila komunikan memberikan respon yang tepat setelah ia mendengar informasi yang diberikan oleh komunikator, maka itu sudah dapat menunjukkan bahwa ia dapat menjadi komunikan/pendengar yang baik.

Beberapa kata kunci yang dikemukakan oleh Joyce Wicoff agar dapat mendengarkan lebih baik :
° Pilihlah kata kunci.
° Carilah fokus si pembicara, apa yang dia ingin sampaikan?.
° Pikirkan setuju atau tidak setujunya.
° Ajukan beberapa pertanyaan saat mendengarkan, adakah keberpihakan si pembicara.
° Tentukan berbagai kesimpulan pembicara, adakah cabang-cabangnya?.
° Carilah dasar pembicara, apakah faktual?.
° Lakukan paraphrashing bahan pembicara itu dan tambahkan hasil kesimpulan pribadi.
° Telitilah jika ada celah mengenai hal-hal yang tidak dikatakan, Adakah bidang-bidang tertentu yang dihindari?.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

LEADERSHIP : 1. MENGENAL DIRI [ UNDERSTANDING SELF ]

LEADERSHIP

• Understanding Self
[ MENGENAL DIRI ]

• Communication
[ KOMUNIKASI ]

• Getting Along with Others
[ MENYATU DENGAN YANG LAIN ]

• Learning to Learn
[ BELAJAR UNTUK BELAJAR ]

• Decision Making
[ MEMBUAT KEPUTUSAN ]

• Managing
[ MENGATUR ]

• Working with Groups
[ BEKERJA DALAM KELOMPOK ]

Seri Kepemimpinan :
Nabi Muhammad SAW

Sejak masa kanak-kanak Nabi Muhammad telah dikenal sebagai orang yang berbudi pekerti luhur. Al Amin, begitulah salah satu gelar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW oleh kaum Quraisy. Al Amin berarti orang yang dapat dipercaya.
Kejujurannya tidak hanya diakui oleh kaum muslimin Quraisy tetapi juga oleh kaum kafir Quraisy.

Bagaimanakah dengan dirimu? Apakah kamu memiliki sebuah gelar atau julukan yang baik seperti : jujur, rajin, pintar, soleh?
Ataukah kamu memiliki gelar atau julukan yang sebaliknya? ...

1. MENGENAL DIRI
[ Understanding Self ]

1.1 Leadership

APA ITU LEADERSHIP?

"Pemimpin adalah orang yang dapat mengubah VISI menjadi KENYATAAN."

LEADERSHIP atau kepemimpinan sebagai ilmu dan keterampilan dapat kita pelajari dan kita latih atau praktekkan. Kepemimpinan bukan suatu hal yang mistik yang hanya dimiliki oleh seseorang sedangkan yang lainnya tidak memilikinya. Setiap kamu adalah pemimpin, paling tidak untuk memimpin diri sendiri. Oleh karena itu harus ada kemauan untuk mengembangkan ilmu dan keterampilan untuk menjadi pemimpin.

Kepemimpinan harus didukung oleh kemampuan pengenalan diri, komunikasi, menyatu dengan yang lain, selalu mengembangkan diri melalui proses belajar, mengatur, bijaksana dalam pengambilan keputusan dan dapat bekerjasama untuk tujuan tertentu.
Ketujuh hal di atas merupakan Aspek-Aspek Leadership. Jika aspek-aspek leadership tersebut mampu kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan menjadi orang yang dapat mengubah hidup kita menjadi berarti.

Kepemimpinan bukanlah sekedar kemampuan untuk memimpin orang lain. Perlu di ingat bahwa setiap manusia diciptakan oleh Allah sebagai 'khalifah' di muka bumi ini. Oleh karena itu sebelum kita mampu memimpin orang lain atau suatu kelompok, kita harus mampu memimpin diri sendiri dan juga mampu menjadi anggota kelompok. Leadership atau kepemimpinan merupakan upaya kita untuk mempertanggungjawabkan setiap tindakan pribadi serta kerjasama kita dengan orang lain dalam mencapai tujuan baik tujuan pribadi maupun tujuan kelompok.

1.2 Kenapa Kita Harus Mengenal Diri?

"Kita tidak bisa mengajarkan sesuatu kepada orang-orang; kita hanya bisa membantu mereka menemukannya dalam diri mereka."

Pengembangan dari keterampilan Leadership harus diawali dengan pemahaman dan pengenalan diri sendiri.
• Siapa diri kita?
• Dari mana kita berasal?
• Untuk apa kita diciptakan?
• Bagaimana perjalanan sebelum hidup, ketika hidup dan setelah hidup?
• Apa tujuan penciptaan kita?
• Apa peran dan fungsi hidup kita?
• Apa keunggulan kita dibanding mahluk ciptaan yang lainnya?
Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan pertanyaan dasar yang harus kita jawab sebelum kita melangkah ke pengenalan potensi diri kita.
Pengenalan potensi diri dimaksudkan agar kita dapat mengembangkan keunggulan kita dan membatasi kelemahan kita.
Tingkat yang paling mendasar untuk pengembangan diri adalah kesadaran yang menyeluruh dan sungguh-sungguh tentang hakikat diri dan penciptaan diri kita serta tanggungjawab kita sebagai mahluk Allah SWT.

Setelah dapat menerima, mencintai serta mensyukuri keberadaan kita, barulah kemudian mengembangkan kemampuan-kemampuan kita untuk mencapai titik optimal.
• Siapa diri kita?
Coba renungkan, bahwa :
1. Manusia adalah mahluk yang lebih mulia dari mahluk lain.
2. Manusia yang memiliki 200 milyar sel otak hanya 5% yang baru kita gunakan.
3. Manusia memiliki rasio, emosi dan spiritual.
4. Manusia Memiliki kemampuan belajar dengan tujuan merubah kondisi dari tidak tahu menjadi tahu.
5. Semua Manusia terlahir dengan jenius.

1.3 Membangun Visi Hidup

"VISI ADALAH APA YANG KITA IMAJINASIKAN, INGINKAN dan PIKIRKAN.
VISI HIDUP ADALAH RUH HIDUP YANG MENGHANTARKAN PERJALANAN HIDUP SESEORANG MENJADI BERMAKNA."

Visi diartikan sebagai kemampuan berimajinasi dan berpikir secara terencana untuk masa depan dengan keyakinan untuk dapat meraihnya. Visi dibangun atas perpaduan antara pengetahuan, keyakinan dan perasaan yang membentuk imajinasi, keinginan dan pikiran baru tentang masa depan.
Proyeksi dan desain masa depan kita dibangun melalui mimpi besar [ visi ] yang ditetapkan sejak sekarang. Harapan dan kesuksesan seperti apa yang kita kehendaki di desain melalui keyakinan, ilmu dan instuisi diri untuk dapat meraihnya.

Ketika masih kecil, Napoleon menghabiskan waktu berjam-jam menaklukan Eropa di dalam pikirannya. Yang terjadi selanjutnya adalah apa yang tercatat dalam sejarah.

Kemampuan kita untuk bermimpi menunjukan seberapa besar keinginan kita untuk membuat masa depan kita menjadi lebih baik dari masa yang telah dilampaui. Impian, cita-cita masa depan adalah energi dahsyat yang dapat mendorong seseorang menggapai masa depan dengan penuh gemilang.

VISI = Pengetahuan x Keyakinan x Perasaan.

1.4 Misi Hidup

"Banyak Mimpi-mimpi besar seseorang kandas tinggal khayalan karena tidak membumikan mimpi tersebut dengan perbuatan dan langkah-langkah konkrit yang membutuhkan komitmen, integritas dan kesabaran."

MISI HIDUP
MISI HIDUP adalah mengerahkan seluruh potensi diri dengan langkah-langkah konkrit melalui metode dan manajemen diri untuk meraih mimpi besar. Misi ditegakkan melalui potensi fisik, spiritual, emosional dan intelektual. Potensi Spiritual menghantarkan manusia untuk selalu tunduk kepada kehendak yang Maha Pencipta [ Allah ]. Potensi emosional menghantarkan manusia untuk menjaga keseimbangan dan ketenangan jiwa agar selalu memancar sifat-sifat baik. Potensi intelektual untuk membentuk manusia pembelajar, yaitu : memiliki rasa ingin tahu yang besar, berpandangan ke depan, berprasangka yang baik, terbuka dan memiliki daya nalar rasional. Sedangkan potensi fisik diarahkan untuk menjadi manusia yang sehat, kuat sehingga kepercayaan diri selalu terjaga dan menimbulkan sportivitas pada diri seseorang.
Tugas manusia sebagai pemimpin dunia dapat di emban dengan sempurna jika telah mengimplementasikan ketiga komponen misi hidupnya tersebut yang tercermin dalam aktivitas hidupnya sehari-hari.

MISI HIDUP : Potensi Spiritual x Potensi Emosional x Potensi Intelektual x Potensi Fisik.

1.5 Mengenal Diri atau Cita-Cita Hidup

MENETAPKAN TUJUAN ATAU CITA-CITA HIDUP

"Tujuan hidup adalah arah dan jalan hidup yang harus kita tapaki dengan kekuatan dan pengorbanan."

Fakta menunjukan hanya 3% manusia yang menuliskan tujuan hidupnya. Hanya 1% manusia yang menulis dan mereview tujuan hariannya. Diantara kita banyak yang terlena membiarkan hidupnya mengalir tanpa arah dan tujuan yang jelas. Sisi gelap apa yang akan terjadi untuk masa depan kita. Ada banyak tujuan yang bisa ditetapkan diantaranya :
• 1. Apa Tujuan Keluarga?
• 2. Apa Tujuan Kesehatan Kita?
• 3. Apa Kesuksesan dalam Karier?
• 4. Apa Tujuan Pendidikan?
• 5. Apa Tujuan Rekreasi?
• 6. Apa Tujuan Spiritual kita?
Ada empat langkah untuk menentukan tujuan hidup kita, yaitu :
1. Memetakan potensi diri/bakat tampak dan bakat tersembunyi.
2. Menetapkan Figur sukses seperti apa yang kita ingin capai.
3. Menetapkan Portofolio hidup kita untuk masa yang akan datang.
4. Berdo'a.

Setelah itu kita harus dapat mempersiapkan diri dengan cara :
1. Membongkar virus kegagalan [ penghambat sukses kita ] : Pemaafan pada diri karena faktor fisik [ cacat tubuh ], kesehatan dan intelektual diri kita. Menyalahkan keluarga, guru dan institusi pendidikan.
Serta virus yaitu membenarkan kesuksesan orang lain karena orang tersebut memiliki banyak faktor pendukung untuk sukses.
Terakhir menyalahkan TUHAN karena faktor nasib.
2. Membuat peta hidup, pada umur berapa kita hendak mencapai tujuan?
3. Memulai melangkah sejak hari ini.

Tips menggapai sukses :
1. Menetapkan Goal.
2. Definisikan cita-cita dengan jelas dan spesifik.
3. Pengharapan realistik.
4. Berani akan perubahan.
5. Tulis dengan jelas.
6. Memiliki komitmen yang tinggi.
7. Melakukan perencanaan.
8. Membuat sistem imbalan.
9. Melakukan tindakan [ action ]

1.6 Ciri-Ciri Kepribadian Saya

Ciri-Ciri Kepribadian Saya

"Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu."
[ Q.S Ali Imran 3 : 159 ]

Kepribadian adalah sifat khas seseorang yang menyebabkan seseorang mempunyai sifat yang berbeda dari orang lain.

Cobalah kamu perhatikan pada diri manusia tentang kepribadiannya. Tidak seorang pun yang mempunyai sifat kepribadian yang sama persis dengan yang lain. Hal itu menunjukkan bahwa manusia itu diciptakan dengan unik dan masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sifat kepribadian itu semata-mata bukan hanya bawaan manusia, tapi dapat diperoleh dari beberapa faktor yang antara lain sikap, pendapat, norma yang hidup dalam masyarakat dan pengalaman yang diperoleh bertahun-tahun.
Keturunan tidak begitu memainkan peranan yang penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Demikian juga dengan kepribadian yang dibentuk karena orang lain membantu membentuknya, tapi setiap orang mempunyai kesempatan untuk merubah sifat-sifatnya untuk memperoleh suatu tingkat kesadaran yang lebih tinggi.

1.7 Menemukan Nilai Diri

"Barangsiapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah lah kembalimu."
[ Q.S Faathir 35 : 18 ]

Manusia hidup di dunia ini tentunya mempunyai arah tujuan yang jelas agar di dalam menjalani hidupnya tidak gampang terpengaruh oleh hal-hal yang menjerumuskan dirinya ke arah yang tidak baik.

Nilai hidup seseorang dapat dilihat dari bagaimana orang itu memberikan makna terhadap hidupnya.

Masing-masing orang berhak untuk menjadikan hidupnya seperti apa yang menjadi keinginannya. Ada orang yang mengisi hidupnya dengan kesenangan dunia semata, ada yang mengisinya dengan memikirkan akhirat saja, ada juga yang mengisi hidupnya dengan memberikan yang bermanfaat di dunia untuk menuju kebahagian di akhirat bahkan ada yang tidak mengerti apa yang menjadi tujuan hidupnya.

Bagi seorang muslim yang telah mempunyai rujukan yang jelas yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul tentunya tidak sulit untuk menentukan arah tujuan hidupnya. Nilai-nilai yang dia anut di dalam menjalankan kehidupannya sudah jelas mengarah kepada Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.
Namun demikian tidak semua orang mampu mengisi hidupnya dengan nilai-nilai yang benar meskipun pedomannya sudah jelas. Karena manusia mempunyai keinginan-keinginan [ Hawaa ] yang kadang menutup qolbunya sehingga menyebabkan qolbu yang terang benderang mengalami kegelapan.
Oleh karena itu agar hidup mempunyai makna, seseorang harus selalu melatih dirinya dengan mengasah qolbunya melalui perenungan dengan mendayagunakan potensi nalar, rasa dan menundukkan potensi Hawaa agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan [ Al-Qur'an dan Sunnah].

1.8 Evaluasi Diri.

"Pada hari ketika tiap-tiap diri akan mendapatkan kebajikan dan demikian pula keburukan yang telah diperbuatnya."
[ Q.S Ali Imran 3 : 30 ]

Di dunia yang penuh dengan ragam prilaku manusia, kejadian-kejadian yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, akan berpengaruh terhadap pribadi seseorang. Bagi mereka yang tidak mempunyai pedoman hidup yang kuat akan terseret arus kehidupan yang semakin jauh dari kedamaian dan ketenangan. Orang miskin yang menjalani rutinitas untuk mencari sesuap nasi dengan menghalalkan segela cara tanpa ingat bahwa hidup ini akan berakhir. Demikian juga dengan orang kaya yang sudah terbiasa dengan kemewahan hartanya melupakan kewajibannya sebagai hamba Allah sehingga hidupnya hanya untuk mengabdi kepada dunia akan berbeda dengan manusia yang hatinya masih diberikan petunjuk oleh sang Pencipta alam semesta Allah SWT.

Meskipun mereka dalam kehidupan di dunianya mendapat amanah harta dan kemewahan, mereka tidak akan melupakan kewajibannya sebagai hamba Allah. Demikian juga dengan mereka yang untuk makan saja harus bekerja keras dan dalam kehidupan di dunianya penuh dengan kesulitan, mereka tetap meluangkan waktunya untuk kembali menyerahkan segalanya pada Allah SWT.
Bagi mereka yang sadar bahwa seluruh hidupnya adalah milik Allah, mereka pasti meluangkan waktunya untuk selalu berdekatan dengan Nya [ Allah ], melakukan evaluasi dengan merenungi perjalanan hidup yang telah dilaluinya. Apakah harta yang mereka peroleh berasal dari jalan yang benar dan membelanjakan harta itu dengan jalan yang benar pula.
Apakah hatinya masih penuh dengan penyakit hati, apakah caranya bergaul dengan orang lain perlu diperbaiki. Masih banyak sekali hal yang harus mereka evaluasi agar dalam menjalankan kehidupan selanjutnya lebih baik.

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

1. MENGENAL DIRI
[ Understanding Self ]

1.9 Mengenal potensi diri

Mengenal Potensi Diri

"Potensi diri layaknya sinar matahari yang tertutup awan. Sinar itu akan dapat terpancar ke permukaan bumi jika mampu mengehalau awan yang menyelimuti diri kita".

Manusia adalah mahluk sempurna yang diciptakan oleh Tuhan [ Allah ] yang memiliki kelebihan potensi spiritual, emosional, intelektual dan potensi kepemimpinan [ leadership ]. Dengan dasar itulah sebaiknya kita mampu menggali dan melakukan pemetaan potensi diri. Melakukan penilaian terhadap kemampuan apa dan seberapa jauh kemampuan itu dapat dikembangkan. Ada banyak cara untuk mengetahui dan menggali potensi diri kita. Beberapa hal potensi yang harus diketahui adalah :
1. Potensi Spiritual ; seberapa kuat kita memiliki keyakinan/aqidah akan pentingnya Kehadiran dan Kekuatan Allah bagi kita.

2. Potensi Emosional ; tingkat kestabilan jiwa dan emosi juga kemampuan diri dalam mengatasi atau mengendalikan emosi ketika emosi itu datang. Dengan demikian diri kita tetap melakukan sifat-sifat terpuji.
3. Potensi Intelektual ; memiliki kemampuan daya nalar dan berpikir logis yang akan menghasilkan manusia yang senantiasa selalu belajar.
4. Potensi Kepemimpinan [ Leadership ] ; memiliki rasa tanggungjawab yang besar untuk selalu dapat berperan dalam bidang kehidupan, sehingga kehadirannya akan memberi makna bagi yang lain.
5. Potensi Fisik ; Memiliki fisik yang sehat, kuat dan tahan terhadap pengaruh dari luar.

Howard Gardner telah menemukan ada 8 macam intelegensia, yaitu :
• Linguistik : Kecerdasan bahasa yang memiliki kemampuan ekspresi bahasa dan komunikasi.
• Logis Matematik : Kecerdasan kemampuan berpikir logis dan analitis.
• Visual Spatial : Kecerdasan untuk membayangkan bentuk dalam pikiran, yang dituangkan dalam bentuk gambar, fotografi, ukiran atau pahatan.
• Kinestetik : Kecerdasan olah tubuh atau gerak tubuh.
• Musikal : Kecerdasan musik yang meliputi menyusun lagu, mencipta lagu, memainkan alat musik.
• Naturalistik : Kecerdasan mengenal alam dimana terdapat sesuatu yang saling berhubungan [ Quantum World ].
• Interpersonal : Kecerdasan yang berhubungan dengan interaksi terhadap orang lain dalam kegiatan sosial.
• Intrapersonal : Kecerdasan memahami diri dan kemampuan dalam mengelola potensi diri.

1.10 Puisi diriku

Puisi Diriku

"Keunikan diri kita menjadi sesuatu yang indah jika kita mampu mengukirnya dengan bahasa dan puisi".

Cara mengenal diri kita bisa dalam bentuk apa saja. Berbagai cara bisa dilakukan ; menanyakan pada orang tua kita, guru atau teman dekat tentang siapa sebenarnya diri kita itu. Salah satu cara lain ialah membuat puisi dengan penuh kejujuran dari lubuk yang terdalam.
Belajarlah mengenal diri dengan cara membuat puisi tentang diri pribadi.

Menciptakan puisi tentang diri sendiri akan dapat memberikan suatu gambaran tentang diri orang yang bersangkutan. Cobalah mengenal dirimu, lihatlah apa sesungguhnya ciri dirimu? Seperti apa sifatmu? Kegiatan apa yang menjadi favoritmu? Kamu suka warna apa? Apa makanan kesukaanmu dan lain-lain. Penciptaan puisi ini juga akan mengetahui sejauh mana kejujuran dan kreatifitasmu menceritakan tentang dirimu dalam bentuk puisi.

AKU
Aku adalah aku, selain diriku bukanlah aku.
Hidup dan kematianku adalah untukku.
Cintaku hanyalah untuk satu kekasihku, yang kuyakini Dia lah sumber kedamaian dan kebahagianku.
KarenaNya lah diriku tercipta dan lahir dan akan kembali kepada-Nya.

Oleh diriku sendiri : Rohmat H
Renungan diri - Warbong.
09.00 WIB

1.11 Sifat kepribadianku

Sifat Kepribadianku

"Bersikaplah rendah hati karena engkau tercipta dari bumi. Bersikaplah terhormat karena engkau tercipta dari bintang."

[ Pepatah Serbia ]

Kepribadian merupakan sistem yang dinamis dari sifat, sikap dan kebiasaan yang menghasilkan tingkat konsistensi tanggapan individu yang beragam.
Kepribadian adalah istilah untuk menyebutkan tingkah laku seseorang secara terintegrasikan dan bukan hanya beberapa aspek saja dari keseluruhan itu. Kepribadian tidak menyatakan sesuatu yang bersifat statis, seperti bentuk badan atau ras tetapi menyertakan keseluruhan dan kesatuan dari tingkah laku seseorang.
Masing-masing dari kita memiliki sifat yang menakjubkan ; meliputi keberanian, ketahanan, kepahlawanan dan pengorbanan. Akan tetapi tidak jarang disekitar kita ada orang-orang yang memiliki sifat buruk [ tidak baik ] seperti ; serakah, egois, bejat dan kejam. Memang sifat atau kepribadian tersebut bukan harga yang mati atau tidak berkembang secara pasif saja. Setiap orang menggunakan kemampuannya secara aktif untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.

Kepribadian adalah sesuatu yang sifatnya individual, dalam arti tidak seorang pun mempunyai kepribadian yang sama. Dengan berbeda-bedanya tiap orang [ unik ], maka kita dapat tertarik [ kagum, simpati ] atau tidak tertarik [ antipati ] atau bersikap netral pada seseorang. Untuk mengetahui kepribadian seseorang yang sebenarnya secara menyeluruh dan lengkal cukup sulit [ tidak mudah ] dan memerlukan waktu yang lama, apalagi jika dilakukan oleh orang yang bukan ahli. Tetapi untuk keperluan yang bersifat praktis maka hanya memerlukan manajer [ pengaturan ] yang aktif, rajin, jujur, cerdas, berwibawa dan dapat memimpin.
Kegiatan berikut ini, akan membantumu mengetahui beberapa hal dari dimensi kepribadianmu.

1.12 Deklarasi penghargaan diri

Deklarasi Penghargaan Diri

"Tak satu pun di dunia ini yang dapat menggantikan keteguhan dan kebulatan tekad untuk mencapai tujuan".

Deklarasi adalah pernyataan ringkas dan jelas tentang sesuatu hal. Dengan kata lain sesuatu yang dipermaklumkan atau diproklamirkan.

Masa remaja [ usia 13 - 21 tahun ] merupakan saat berkembangnya identity [ jati diri ]. Remaja sebagai individu sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi [ becoming ] yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian.

Ada remaja yang belum bisa menerima keadaan diri sepenuhnya. Ia selalu melihat dirinya banyak sekali kekurangan dan kelemahan [ tidak mampu ], sementara orang lain mempunyai banyak kelebihan. Ia menjadi tidak percaya diri [ minder ] dan kehilangan identitas diri.
Ia mempunyai konsep diri yang negatif [ tidak positif ]

Kita seharusnya mempunyai konsep dan gambaran diri yang positif, yang merupakan modal bagi orang yang memiliki keteguhan dalam mencapai cita-cita. Kita tidak boleh lemah dan putus asa [ berhenti dengan cepat ].

1.13 Kenakalan remaja

Kenakalan Remaja

"Setiap perbuatan sekecil apapun dalam dunia ini akan diminta pertanggungjawaban setelah kita mati".

Kenakalan remaja merupakan perbuatan yang menyimpang dari batas norma-norma yang berlaku. Perbuatan atau tindakan yang bersifat asosial, bahkan anti sosial yang menyimpang dari norma-norma sosial, agama dan hukum yang berlaku dalam masyarakat tertentu dan pada kurun waktu tertentu.

Pada dasarnya manusia itu berkecenderungan baik, tetapi pembentukan karakternya sejak awal sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Di samping itu dalam pertumbuhan dan perkembangannya harus melalui masa-masa kritis, sehingga ia sangat labil. Oleh karena itu, faktor-faktor dari dalam dan luar akan dapat menjadikan karakternya itu menjadi penguat pada dirinya. Jadi untuk dapat mempertahankan kecenderungan baiknya itu, dibutuhkan lingkungan yang kondusif baik secara intern maupun extern.
Faktor intern [ keyakinan hidup dan memegang teguh prinsip ] sedangkan faktor eksternal [ lingkungan sekitar ] yang membuat seseorang melakukan perbuatan baik atau buruk [ tidak baik ].

1.14 Mengenal bentuk-bentuk kejahatan

Mengenal Bentuk-Bentuk Kejahatan

"Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak dikelola dengan baik". [ tidak terorganisir ].

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam beberapa golongan-golongan. Narkotika biasanya memiliki jaringan yang kuat, baik yang dilakukan oleh orang lokal maupun internasional.
Banyak motif dan tujuan yang dilakukan oleh organisasi jaringan, diantaranya : keuntungan uang, penghancuran generasi atau bangsa. Kejahatan narkotika adalah suatu kejahatan yang sangat berbahaya karena merupakan pintu pertama bagi kejahatan berikutnya. Tidak jarang kita temukan seperti pembunuhan, penyimpangan seksual, perampokan, pencurian dan lain-lain. Umumnya yang dilakukan telah terlibat atau pemakai narkoba.

Selain Narkotika juga, ada bentuk kejahatan lain seperti : Perjudian, pencurian, seks bebas dan kejahatan lainnya.
Manusia sebagai mahluk hidup yang memiliki sifat sosial, tidak pernah terlepas dari lingkungannya.

Oleh karena itu, baik buruk [ tidak baik ] tingkah laku seseorang bergantung pada lingkungannya dan lingkungan masyarakat sangatlah besar pengaruhnya terhadap pembentukan jiwa seorang anak [ putra-putri ].

1.15 Garis karir [ peta hidup ]

Garis Karir [ Peta Hidup ]

"Pengembara tanpa tujuan yang jelas.
Ini sering dialami oleh semua orang, kelihatannya sibuk tapi sampai tua tidak mencapai tujuan".

Setiap orang memiliki keinginan untuk berhasil dan sukses dalam hidupnya. Keberhasilan dalam hidup tidak dapat diraih begitu saja. Hal tersebut memerlukan kerja keras [ upaya ] dan pengorbanan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki dan merencanakan tujuan hidupnya sebaik mungkin.

Dimensi hakikat [ saya berharap ] adalah sikap diri untuk menetapkan sebuah tujuan ke mana arah tindakan akan dilangkahkan. Harapan-harapan tersebut membuncah [ terpusat ] di dalam hati, akal pikiran dan tindakan.
Kita sadar bahwa tujuan teramat penting dalam kehidupan, karena sikap dan tingkah laku seseorang sangat ditentukan oleh kemana dia mengarah, apa cita-citanya dan apa yang akan diperbuatnya [ dilakukannya ].

Terimakasih
Terimakasih
Dan
Terimakasih

Muhammad Iqbal Musalim
Amway Indonesia.
Network TwentyOne Indonesia.
Independence Business Owner.
Amway Business Owner.
08986355448
081214070488

Minggu, 18 Maret 2018

HASTAG PENANDA

#MuhammadIqbalMusalim. #IqbalMusalim.
#PaskibraKabupatenGarut. #PaskibraKabupatenGarut2014. #RahasiaMagnetRezekiCoorporation. #IqbalMusalimCompany.
#OmLimJunior.
#Amway. #AmwayIndonesia. #AmwayCentralIndonesia. #AmwayMstore. #AmwayAmerika. #IndependenceBusinessOwner. #AmwayBusinessOwner. #Retail. #Produsen. #Distributor. #Toko. #Konsumen. #BisnisOnline. #BisnisOffline. #Networking. #BeSuperExecellent. #FinancialFreedom. #TimesFreedom. #NetworkTwentyOne. #NetworkTwentyOneIndonesia. #NetworkTwentyOneAmerika. #GenY. #Millenials. #GoldenAge. #GoldenOpportunity. #YoungProdigy. #MagicMoment. #TrustWorthy. #YoungEnteurpreneurSquad.
#KecerdasanFinansial. #KebebasanFinansial. #KebebasanWaktu. #SQ. #EQ. #IQ. #PQ. #FQ. #CoCreater. #Spesifik. #N21. #1000Team. #StartWithDream. #Teachable. #DoWhatYouLove. #DoFromYouCanDo. #JustDoIt. #FollowTheSystem. #Miracles. #PrayUntilSomethingHave. #MemprioritaskanOrangLain. #MembantuOrangLainSukses. #MagnetRezeki. #MenaikanPlafonRezeki. #BuildTheDream. #ProgramLanjutan. #CrownAmbassadorAcademy. #FoundersCrownAmbassadorAcademy. #PassiveIncome. #PenghasilanPasif. #NeverStopLearning. #Buku. #RekamanAudio. #Pertemuan. #InfoNight. #BBS. #LeadershipSeminar. #VideoEdukasi. #VideoMotivasi. #UKMWay. #UKM. #MUI. #MajelisUlamaIndonesia. #Diamond. #GoDiamond. #ExecutiveDiamond. #GoExecutiveDiamond.